Kebun Makna

11 12 2010

Warung kopi “Ummi” di asrama mahasiswa Aceh, waktu itu sore jam 4, hujan turun deras dari siang tadi, menikmati secangkir kopi dan ditemani seorang teman sambil menyaksikan permainan gapleh dari pengunjung warung disitu. Seperti biasa, percakapan selalu saja dimulai dari hal-hal yang tidak bermanfaat, saling mengejek, merendahkan, bergosip, bahkan sesekali mengeluarkan kata kotor yang tujuannya tidak lain untuk menimbulkan rasa gembira, megejar tawa serta mencairkan suasana agar kita dapat lebih akrab, huft.. ini kan namanya membungkus kebaikan dengan keburukan!? tujuan kita jelas sangat baik tapi dengan intro yang buruk, naudzubillah himin zalik, semoga kejadian ini tak terulang lagi dan nantinya aku bisa terbiasa dengan metode yang sopan untuk memulai percakapan dengan sapaan dan perhatian, amin.

Lalu apa yang menarik di sore itu!? duarrr!! tiba-tiba benda angkasa/meteor sebesar bola basket jatuh didepanku saat itu, hahaha, piss!! bukan itu.>> temanku Ijal menanyakan tentang kegiatan extra kulikuler yang pernah aku ikuti ketika SMA dulu. Tanpa ragu yang paling kuingat saat itu adalah mengenai praktik perawatan jenazah, entah kenapa tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang sangat bodoh ketika aku tidak dapat menjawab pertanyaanku sendiri kepadanya mengenai urutan dalam proses mengurus jenazah, memandikan, mengkafani, menyalatkan, mengiring jenazah dan mengguburkannya, yang telah aku praktikkan langsung ketika SMA, hal yang teramat penting dan sering dilupakan banyak orang, dan aku juga sudah mulai lupa.

Iya itu sangat penting pikirku, besoknya aku langsung ke gramed mencari referensi mengenai panduan lengkap perawatan jenazah, syukur aku telah dapat buku yang cukup bagus karangan KH Muhammad Sholikhin, kala itu dalam benakku hanya satu, “janganlah kau menggangap dirimu sudah cukup berbakti jika tak mampu men-Talqin sampai meletakkan tanah terakhir dikuburan jenazah orangtuamu dengan sempurna tanpa ilmu sesuai sunnah Rasulullah”! betapa senangnya ketika jenazah di urus oleh darah dagingnya sediri, jangan sampai menyesal ketika kita berdiam melihat orang-orang kampung atau ustad-ustad yang menggambil alih tanggung jawab kita sebagai anak saat itu, jangan kau berbangga ketika kita hanya mampu menggangkat menggantarkan jenazahnya, jangan pernah bersembunyi di balik Fardhu Kifayah itu!. Penyesalanku sampai saat ini ketika aku tidak dapat sedikitpun melihat, mengurus jenazah almarhum abangku yang meninggal disaat aku tidak bisa pulang ke Aceh karena sedang mengikuti masa Ujian Tengah Semester di Bandung, bahkan untuk tahlilan sekalipun, tapi tidak mengapa, karena aku terus mengingat pesan abangku untuk tetap serius belajar dan jangan sering bergadang.

Teman-teman, inilah curhatku untuk kita semua🙂, aku sangat senang bila banyak yang memetik makna dari kebun pengalamanku tadi (maksud loo!?) hahaha, mari kita tersenyum kembali, klimaksnya sudah terlewat pada paragraf ketiga tadi. Prinsipku “kesedihan tanpa tindakan itu beban”, makanya sekarang mari sama-sama kita terus belajar dan berusaha untuk menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, anak sholeh gitu lhoo!!🙂.

Tidak bermaksud untuk menyinggung bagi teman-teman yang aku tag pada catatan ini, kematian bukanlah tragedi, bahkan ketika itu terjadi sejak awal kehidupan atau melalui keadaan malang sekalipun. Kematian adalah proses alami, hanya saja penyajian dalam kehidupan yang kebanyakan disebabkan oleh usia yang sudah tua. Kematian, seperti hidup kita, memiliki makna dan semua adalah bagian dari rencana Yang Maha Kuasa. Selain itu, dunia yang akan datang, di mana mereka yang memiliki hidup yang layak akan dihargai oleh sebuah ketulusan dan kemurnian ketika saatnya perpisahan dilakukan dengan sempurna.

Ini kebunku ayo kita menuainya bersama! oh iya, semoga saja ada orang-orang penting di organisasi atau perkumpulan yang membaca artikel ini dan bisa menggadakan demonstrasi atau pertunjukan atau juga perlombaan yang maksudnya bisa mewadahi untuk menghimbau banyak orang akan betapa pentingnya satu hal ini tetapi sudah mulai terlupakan di kalangan masyarakat. Semoga ya!?. Ijal, terima kasih sudah menemani obrolan sore itu, kopi panas dua ribu rupiah itu sangat bermanfaat ^^!

 


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: