Skenario

26 08 2010

Saya cinta akan bangsa ini. Sungguh. Kecintaan saya cukup saya yang tahu!

Setiap negeri adalah sebuah persatuan, tempat berkumpulnya kekuatan-kekuatan sumber daya alam, manusia dan semuanya. Baik dalam perspektif georgafis, agama, ras, suku, dan sebagainya, namun masing-masing negeri juga memiliki ego, ego yang sangat mudah kita cerna sebagai suatu hal positif yang membawa kita lebih maju. Namun ketika ego itu menjadi kata “egois” maka tidak ada lagi warna yang mencolok untuk diukur dan kita hanya tinggal menunggu waktu perpecahan akan segera terjadi. Karena egois selalu di ukur dalam bingkai amarah, dia tidak bisa memahami pikiran orang, perasaan orang, selalu menuntut orang untuk memahaminya.

Saya mulai merinding, tiba-tiba saja sejak 2 tahun silam negeri ini semakin banyak dan sangat banyak di isi oleh orang-orang seperti saya, mulai melupakan sejarah, bersibuk diri dengan era globalisasi tanpa sedikitpun pernah menggigat dari mana asal saya yang sampai terbawa pada era ini.

Teringat kata sang proklamator negeri ini Ir. Soekarno tentang JAS MERAH. “Jangan Pernah Melupakan Sejarah”, kata beliau. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengetahui jati-dirinya dan dengan siapa dia dibesarkan.

pertanyaannya adalah kenapa?

pikiran nakal sering marasuki saya ketika saya mendukung dan ikut mencaci negeri lain, saat itu perang cyber antara dua negara yang sudah mempunyai tali ikatan yang sangat erat, selanjutnya isu meng-klaim budaya yang saya kira dapat diselesaikan secara damai, namun kenapa malah saling menebar kebencian? suatu efek masalah yang sangat besar sampai-sampai ada isu perang yang di amini oleh sebagian besar masing-masing warga negara. Lagi-lagi sekarang di televisi banyak debat ini itu yang masih mengarah ke arah sana. Kenapa begitu mudahnya masyarakat mengatakan perang? pikirkan sejenak apa yang telah kita katakan, pikirkan lagi dan jangan langsung membakar benderanya, pikirkan dan simpan segera atau buang saja kaos bertulisan kata kebencian itu! Jangan pernah egois, Mungkin saja kita sedang dijebak, pasti ada orang lain di luar sana yang mengatur dan menginginkan kita terpecah, dengan tetangga yang dulu pernah besar bersama.

Ingatkah kita semua mengenai politik banci adu domba? devide et impera? atau apalah itu. Ringkasnya ada orang ketiga yang selalu mencari celah untuk kita berperang, dan ketika itu benar-benar terjadi, saat tetangga saling meludah caci setiap harinya, lalu siapakah lagi yang paling siap dan cepat membantu ketika kita bermasalah, tetangga duhai tetanggaku marilah kita berdamai, piss!!^^ mari bangun kembali keharmonisan seperti dulu lagi.

Jadi teringat pesan dalam buku bang Heri Nurdi”Jika engkau melihat ada kekacauan, tengoklah pada Yahudi, pasti mereka terlibat di dalamnya” kurang lebih itu intinya. Teman saya Zawil Azka juga pernah mengatakan “tidak ada kemenangan tanpa pengorbanan”, saya menyimpulkan dari kata itu bahwa kemenangan bukan dalam artian perang melainkan menjadi orang pertama yang berkorban untuk membuang keegoisan, sehingga nantinya kemenangan akan bersama kita raih atau dalam bahasa bisnis sering di istilahkan dengan win win solution.:)

Teman, jangan menjadi sengsara karena orang ketiga, itu sangat merugikan. Sekali lagi saya katakan tetapi dengan sedikit revisi bahwa “Saya cinta akan bangsa ini. Sungguh. Kecintaan saya perlu kalian ketahui!”, karena kita bangsa, negeri yang sedang terancam perang. Hipotesa sederhana ini baru saja terbesit di benak saya ketika menonton dan melihat judul-judul topik media yang semakin panas dan sangat menggetarkan, antara Indonesia dan Malaysia, mohon maaf bila kurang sependapat, apalah kapasitas saya seorang mahasiswa teknik sipil yang mencoba berbicara di dunia politik, ( tapi Ir. Soekarno seorang  Isinyur lho.. hehe..) just piss!


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: