20 maret 2010,
Otista, Bandung,
Subuah hikmah, nyaris terlewat didepanku, senyum tulus bahagia seorang bocah terlintas begitu saja tanpa pilu ketika mengambil sebuah minuman ringan di dalam lemari pendingin disana.
kudekati dan dia masih saja tersenyum,”mamah, asep yang ini aja”gumamnya. aku tahu pasti apa yang di ambil dari lemari pendingin itu. tapi aku bingung, seorang anak kecil memilih minuman penambah energi, M-150, kenapa?
ada apa dengan ibunya yang begitu saja meng-iya kan permintaan anaknya, lalu ada apa dengan bocah itu?
“sini biar mama bayar dulu” ucap ibunya, sebelum membayar, ibu itu membuka tutup botol minuman penambah energi, membuang isinya, lalu mengambil sebuah minuman teh dan dimasukkan teh tersebut kedalam botol M-150 tadi.
aku disana, sungguh sangat terganga, melihat kejadian tadi. kuperhatikan bocah itu, dengan penasaran, semakin mendekat, dan ternyata dia buta.
subhanAllah, duhai Rabbi, kesabaran seperti apa yang Kau berikan pada mereka berdua.
Ibu, kau sungguh mulia, aku sangat mengerti maksudmu saat itu, menjaga perasaan anakmu, bahkan sampai sejauh itu.
Bocah, kau sungguh menawan, linangan air itu ternyata bukan dari mata, hatimu begitu teguh menerima cobaan itu. senyum dan kebahagiaanmu begitu tulus waktu itu, aku percaya dan yakin, karena aku telah melihatnya.

jadi teringat seorang teman di kampung, kebutaan mata malah membuka hatinya,
hikss,
nice story brooo!!!
makasih.,.,
>>>wahh bagi dunk critanya,, menarik ni kyqna,,